Minggu, 11 September 2011
Sabtu, 10 September 2011
Lalai Dalam Shalat DAN adzabnya
Allahu Akbar!… Allahu Akbar! Allahu Akbar!… Allahu Akbar!
“Duh! Sudah adzan, sebentar lagi ah shalatnya… tanggung kerjaannya tinggal sedikit lagi.”
“Eh kok adzan? Padahal filmnya lagi seru nih! Nanti saja shalatnya kalau filmnya sudah selesai ah. Tapi waktu shalatnya nanti keburu habis?! Tunggu iklan saja deh kalau begitu, shalatnya juga harus cepat nih.”
Astagfirullah… Astagfirullah… Astagfirullah…
Ketahuilah bahwa orang-orang tersebut di atas termasuk jenis orang yang melalaikan shalatnya. Perhatikanlah firman Allah, yang artinya “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Maa’uun: 4-5)
Al-Haafidz Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala berkata, yang dimaksud orang-orang yang lalai dari shalatnya adalah:
Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dari sahabat Samurah bin Junab radhiyallahu ‘anhu sebagaimana disebutkan dalam hadits yang panjang tentang sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (dalam kisah tentang mimpi beliau):
“Kami mendatangi seorang laki-laki yang terbaring dan ada juga yang lain yang berdiri sambil membawa batu besar, tiba-tiba orang tersebut menjatuhkan batu besar tadi ke kepala laki-laki yang sedang berbaring dan memecahkan kepalanya sehingga berhamburanlah pecahan batu itu di sana sini, kemudian ia mengambil batu itu dan melakukannya lagi. Dan tidaklah ia kembali mengulangi lagi hal tersebut sampai kepalanya utuh kembali seperti semula dan ia terus-menerus mengulanginya seperti semula dan ia terus-menerus mengulanginya seperti pertama kali.”
Disebutkan dalam penjelasan hadits ini “Sesungguhnya laki-laki tersebut adalah orang yang mengambil Al-Qur’an dan ia menolaknya, dan orang yang tidur untuk meninggalkan shalat wajib.”
Lalu Bagaimana Orang yang Meninggalkan Shalat Secara Mutlak ?
Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat secara keseluruhan hukumnya kafir keluar dari Islam, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Perbedaan antara kita dengan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkan shalat maka ia telah kafir.” (HR. At-Tirmidzi -Shahih)
Demikianlah, marilah kita bersama-sama berusaha maksimal untuk memperbaiki shalat kita karena ketahuilah bahwa amalan yang pertama akan dihisab oleh Allah di akhirat nanti adalah shalat. Dan kita memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari kehinaan dan kondisi orang-orang yang di adzab Allah karena lalai dari shalat.......
Wallahu’alam bishshawab.......
“Duh! Sudah adzan, sebentar lagi ah shalatnya… tanggung kerjaannya tinggal sedikit lagi.”
“Eh kok adzan? Padahal filmnya lagi seru nih! Nanti saja shalatnya kalau filmnya sudah selesai ah. Tapi waktu shalatnya nanti keburu habis?! Tunggu iklan saja deh kalau begitu, shalatnya juga harus cepat nih.”
Astagfirullah… Astagfirullah… Astagfirullah…
Ketahuilah bahwa orang-orang tersebut di atas termasuk jenis orang yang melalaikan shalatnya. Perhatikanlah firman Allah, yang artinya “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Maa’uun: 4-5)
Al-Haafidz Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala berkata, yang dimaksud orang-orang yang lalai dari shalatnya adalah:
- Orang tersebut menunda shalat dari awal waktunya sehingga ia selalu mengakhirkan sampai waktu yang terakhir.
- Orang tersebut tidak melaksanakan rukun dan syarat shalat sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
- Orang tersebut tidak khusyu’ dalam shalat dan tidak merenungi makna bacaan shalat.
Allah SWT memang menjanjikan pahala dan
kemudahan dalam segala urusan bagi orang yang mengerjakan shalat. Namun
ada persyaratannya. Jadi bila syarat tersebut tidak terpenuhi maka yang
diterimanya bukan pahala apalagi kemudahan melainkan malah kesengsaraan.
Karena rahmat Allah akan menjauh darinya. Inilah yang dimaksud
kecelakaan dalam ayat diatas. Allah SWT memerintahkan
’mendirikan/menegakkan ’ shalat (aqooma – yuqiimu ) bukan sekedar
’melaksanakan’ shalat ( sholla – yusholli). Menegakkan atau mendirikan
shalat maknanya, dalam mengerjakan shalat harus ada niat, ada
kesungguhan.
Kata ” Saahuun ” yang berarti
lalai berarti adalah mengabaikan shalat, diantaranya adalah wudhu’ yang
tidak sempurna, gerakan shalat ( rukuk, sujud dll yang tidak sempurna),
meng-akhirkan shalat (tidak meng-awalkannya) tanpa alasan yang dapat
diterima. Termasuk orang yang shalat namun tidak meyakini bahwa dengan
shalat Allah akan memberinya kemudahan hidup, bahwa dengan shalat Allah
SWT akan memberinya pahala. Orang-orang seperti ini shalatnya tidak
khusuk dan cenderung terburu-buru.
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya” . ( QS.Al-Mukminun (23):1-2).
“Orang-orang yang khusyu`,(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (QS.Al-Baqarah(2):45-46).
Sebaliknya shalat yang terburu-buru /
lalai sesungguhnya tidak akan mendatangkan kebahagiaan dan ketenangan
bathin serta tidak akan pula melahirkan ahklak yang baik. Padahal
seharusnya dengan shalat akan muncul prilaku yang sempurna, akhlakul
khorimah. Karena kunci ibadah adalah shalat. Orang yang akhlaknya buruk
dapat dipastikan shalatnya juga buruk. Allah SWT bahkan memasukkan
orang-orang yang lalai ini ke dalam golongan orang Munafik. Sama halnya
dengan orang yang mengerjakan shalat dengan riya’, yaitu yang
mengerjakan shalat bukan karena mencari ridho’Nya melainkan untuk
dilihat orang lain. Ini adalah salah satu ciri orang Munafik. Akhlak
mereka buruk padahal ahklak adalah cerminan hati. Lebih jauh lagi, Allah
akan memasukkan orang seperti ini sebagai golongan orang yang
mendustakan hari Pembalasan.
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : ”
Shalat yang paling berat bagi orang Munafik ialah shalat Isya’ dan
shalat Subuh. Seandainya mereka mengerti pahala yang terdapat pada dua
shalat itu, niscaya mereka mendatanginya meskipun dengan merangkak ”.( HR Bukhari dan Muslim).
Termasuk juga dalam kategori lalai adalah
laki-laki yang menghindari shalat berjamaah di dalam masjid atau
musholla, terutama shalat Isya dan Subuh.
Dari Abu Musa ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “ Barangsiapa mengerjakan shalat di dua waktu dingin (Subuh dan Isya’ secara berjamaah ) niscaya dia akan masuk surga“. ( HR Bukhari Muslim).
Hanya dengan alasan tertentu sajalah
diantaranya uzur dan sakit, orang diizinkan tidak melaksanakan shalat
berjamaah di masjid. Bahkan sesungguhnya Rasulullah pernah bersabda
bahwa orang yang shalat berjamaah namun shafnya tidak rapat saja maka
berdosalah ia. Perumpamaannya seperti perempuan yang tidak menutup
auratnya dengan baik.
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata : “ Ada
seorang lelaki buta datang kepada Rasulullah saw dan berkata :”Wahai
Rasulullah, sungguh aku tidak punya penuntun yang menuntunku ke masjid”.
Maka Rasulullah memperkenankan (memberinya keringanan). Namun setelah
ia hendak pulang, Rasululah memanggilnya kembali dan bertanya : ”Apakah
engkau mendengar adzan untuk shalat ?”. Ia menjawab : “Ya”. Beliau
bersabda :”Kalau begitu datanglah.” (HR Muslim).
Satu hal penting yang harus diingat,
salah satu sifat Allah yang harus kita imani adalah sifat cemburu. Allah
SWT tidak ridho’ ketika seorang hamba dalam keadaan shalat namun dalam
hatinya ada sesuatu yang lain disamping-Nya. Suatu ketika Rasulullah
pernah bersabda bahwa sifat cemburu Allah jauh lebih besar dari
cemburunya Sa’ad, seorang sahabat. Diriwayatkan bahwa Sa’ad segera akan
mengeluarkan pedangnya begitu melihat ada lelaki yang memandang dan
mendekati istrinya. Sesungguhnya sifat cemburu adalah sifat yang baik.
Karena hal ini menunjukkan kebesaran cinta dan kasih-sayang seseorang.
Itulah sebabnya mengapa Allah SWT melaknat dan murka kepada orang yang
menduakan-Nya. Tidak ada kecintaan apapun yang boleh menyamai apalagi
mengalahkan kecintaan kepada-Nya, sekalipun itu cinta seorang suami /
istri terhadap pasangannya maupun cinta terhadap anak atau orang tua.
Wallahu’alam bishshawab.Apa Adzabnya ?Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dari sahabat Samurah bin Junab radhiyallahu ‘anhu sebagaimana disebutkan dalam hadits yang panjang tentang sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (dalam kisah tentang mimpi beliau):
“Kami mendatangi seorang laki-laki yang terbaring dan ada juga yang lain yang berdiri sambil membawa batu besar, tiba-tiba orang tersebut menjatuhkan batu besar tadi ke kepala laki-laki yang sedang berbaring dan memecahkan kepalanya sehingga berhamburanlah pecahan batu itu di sana sini, kemudian ia mengambil batu itu dan melakukannya lagi. Dan tidaklah ia kembali mengulangi lagi hal tersebut sampai kepalanya utuh kembali seperti semula dan ia terus-menerus mengulanginya seperti semula dan ia terus-menerus mengulanginya seperti pertama kali.”
Disebutkan dalam penjelasan hadits ini “Sesungguhnya laki-laki tersebut adalah orang yang mengambil Al-Qur’an dan ia menolaknya, dan orang yang tidur untuk meninggalkan shalat wajib.”
Lalu Bagaimana Orang yang Meninggalkan Shalat Secara Mutlak ?
Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat secara keseluruhan hukumnya kafir keluar dari Islam, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Perbedaan antara kita dengan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkan shalat maka ia telah kafir.” (HR. At-Tirmidzi -Shahih)
Demikianlah, marilah kita bersama-sama berusaha maksimal untuk memperbaiki shalat kita karena ketahuilah bahwa amalan yang pertama akan dihisab oleh Allah di akhirat nanti adalah shalat. Dan kita memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari kehinaan dan kondisi orang-orang yang di adzab Allah karena lalai dari shalat.......
Wallahu’alam bishshawab.......
Shalat itu Wajib – Tiang/pondasi Agama
Rukun Islam yang kedua (setelah membaca 2 kalimat syahadat) adalah shalat 5 waktu (Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya).
Dalam Al Qur’an Allah memerintahkan kita untuk shalat 5 waktu:
”Dirikanlah
shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan
(dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan
(oleh malaikat).” [Al Israa’:78]
”… Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” [An Nisaa’:103]
”Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’” [Al Baqarah:43]
”Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah” [Al Kautsar:2]
”Dan
dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang
kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi
Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” [Al
Baqarah:110]
Shalat bisa mencegah perbuatan keji dan munkar:
”Bacalah
apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan
dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-
perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat)
adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan
Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al ’Ankabuut:45]
Shalat untuk mengingat Allah:
”Sesungguhnya
Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka
sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” [Thaahaa:14]
Didiklah anak/keluarga anda untuk shalat:
”Hai
anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik
dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah
terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk
hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” [Luqman:17]
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya” (Thaha : 132)
Hendaknya kita tetap memelihara/mengerjakan shalat kita:
“Peliharalah semua Shalat(mu), dan peliharalah shalat wusthaa” (Al Baqarah :238)
Shalat sangat penting. Shalat adalah tiang agama. Siapa yang tidak mengerjakannya berarti dia meruntuhkan agama:
“Shalat
adalah tiang agama, barang siapa yang mengerjakannya berarti ia
menegakkan agama, dan barang siapa meninggalkannya berarti ia
meruntuhkan agama” (HR. Baihaqi)
Pembeda antara orang muslim dengan kafir adalah shalat. Barang siapa tidak shalat berarti dia kafir:
“Batas antara seorang muslim dengan kemusyrikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim)
“Perjanjian
antara kita dan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang
meninggalkan shalat berarti ia kafir.” (HR. Ahmad 5/346, At-Tirmidzi no.
2621, Ibnu Majah no. 1079
Amal
yang pertama dihisab adalah shalat. Begitu dia tidak shalat, meski
puasa, zakat, haji, rajin sedekah, dia langsung dimasukkan ke neraka:
”Amal yang pertama kali akan dihisab untuk
seseorang hamba nanti pada hari kiamat ialah shalat, maka apabila
shalatnya baik (lengkap), maka baiklah seluruh amalnya yang lain, dan
jika shalatnya itu rusak (kurang lengkap) maka rusaklah segala amalan
yang lain (Thabrani)
Jangan sampai kita dan keluarga kita yang sudah baligh bolong-bolong shalatnya. Apalagi sampai meninggalkannya.
Orang yang tidak mengerjakan shalat disiksa di neraka:
“Apakah
yang memasukkan kalian ke dalam neraka Saqar?” Mereka menjawab, “Kami
dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat….”
(Al-Muddatstsir: 42-43)
“Maka celakalah orang-orang yang shalat, yaitu mereka yang lalai dari mengerjakan shalatnya….” (Al-Ma’un: 4-5)
“Maka
datanglah setelah mereka, pengganti yang jelek yang menyia-nyiakan
shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui
kerugian2.” (Maryam: 59)
Hendaknya kita shalat tepat waktu:
”Pekerjaan
yang sangat disuka Allah, ialah mengerjakan shalat tepat pada waktunya.
Sesudah itu berbakti kepada ibu-bapak. Sesudah itu berjihad menegakkan
agama Allah (Bukhori dan Muslim)
Jika shalat 5 waktu, hendaknya berjama’ah:
Anas
r.a.: Nabi SAW selalu memotivasi umatnya untuk sholat berjamaah dan
melarang mereka pergi keluar sebelum imam mereka pergi (Muslim)
Shalat
berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian, pahalanya berlipat
ganda sampai duapuluh tujuh derajat (dibandingkan dengan shalat
sendirian) (Bukhori dan Muslim)
Jika shalat berjama’ah, jangan mendahului imam. Tunggu imam ruku dulu, baru anda ruku. Tunggu imam sujud dulu, baru anda suju:
Rasul
Bersabda: Takutlah kamu bila angkat kepalamu dari sujud mendahului
imam, karena Allah akan ubah kepalamu jadi kepala keledai (Bukhori dan
Muslim)
Ummu
Salamah r.a.: Bila selesai salam pada saat sholat di masjid, Rasul
berhenti sejenak agar wanita pulang lebih dahulu sebelum pria (Bukhori)
Semoga kita di akhirat nanti termasuk dalam golongan orang yang mengerjakan shalat.....amin amin
Rabu, 07 September 2011
KIAT JITU MEMPERCANTIK WAJAH dgn TAHAJUD
Siapa yang tidak
ingin tampil cantik? Kecantikan merupakan merupakah satu hal yang sangat
diinginkan oleh para wanita. Mereka para kaum Hawa itu banyak yang
telah mencoba berbagai kiat, baik dengan menggunakan berbagai kosmetik,
pemutih atau menggunakan lulur, ekstrak bengkoang dan lain-lain agar
wajahnya putih alami dan berseri.
Terlepas
dari keberhasilan semua trik-trik di atas yang notabene masih
dipertanyakan terlebih lagi mengandung zat-zat kimia yang berbahaya,
kenapa tidak menggunakan kiat yang satu ini?
Apa kiatnya? Yaitu shalat tahajjud di malam hari.
Berkata
Imam Ibnul Qayyim, Sesungguhnya shalat malam itu dapat memberikan sinar
yang tampak di wajah dan membaguskannya Ada sebagian istri yang
memperbanyak pelaksanaan shalat malam. Ketika
ditanyakan kepada mereka mengenai hal tersebut, mereka menjawab, Shalat
malam itu dapat membaguskan wajah dan kami senang jika wajah kami
menjadi lebih bagus.Demikian yang dituliskan oleh Mahmud Mahdi
Al-Istanbuli di bukunya Kado Perkawinan halaman 312 ketika mengutip
perkataan Ibnul Qayyim di buku Raudha Ath-Thalibin. [1]
Perlu juga diingat bahwa kiat ini bukan cuma monopoli kaum Hawa saja, kaum Adam pun perlu juga menerapkannya.
Keutamaan Shalat Tahajjud
Disamping hikmah diatas yang bisa di dapat dari melaksanakan shalat malam, shalat malam ini pun mempunyai keutamaan yang lain. Bahkan inilah yang lebih penting.
Disamping hikmah diatas yang bisa di dapat dari melaksanakan shalat malam, shalat malam ini pun mempunyai keutamaan yang lain. Bahkan inilah yang lebih penting.
1. Allah akan mengangkat ke tempat yang terpuji, dalilnya adalah
“Dan pada sebagian malam hari bertahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.(Al Israa : 79).
“Dan pada sebagian malam hari bertahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.(Al Israa : 79).
2. Shalat malam dapat mendekatkan diri kepada Allah dan dapat menghapuskan dosa, dalilnya adalah
Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa. (HR. Tirmidzi no. 3549, Al Hakim I/380, Baihaqi II/502. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwaa Al Ghalil II/199/no. 452). [2]
Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa. (HR. Tirmidzi no. 3549, Al Hakim I/380, Baihaqi II/502. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwaa Al Ghalil II/199/no. 452). [2]
3. Kemuliaan orang beriman ada pada shalat malam
Jibril berkata, Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan shalat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain. (Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 831). [3]
Jibril berkata, Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan shalat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain. (Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 831). [3]
Shalat
malam yang paling utama adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Pada
saat ini doa akan dikabulkan oleh Allah. Hal ini berdasarkan hadits
yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasannya Nabi pernah bersabda:
Allah
turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah
lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa
yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun
kepada-Ku tentu Aku ampuni.Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit.
(HR. Bukhari no. 145 dan Muslim no. 758). [4]
shalat lail
Rasulullah saw hampir tidak pernah melewatkan malam tanpa mengerjakan
shalat malam atau Tahajud. Bagaimana dengan kita ? Sudahkan kita
melaksanakan perintah shalat tahajud ? Atau bahkan belum pernah
sekalipun mengerjakannya ? Tahukah kita kalau shalat ini perintah Allah ?
Rasulullah dan para sahabat mendakwamkan shalat ini karena shalat ini
diperintahkan oleh Allah swt. langsung dalam Al Qur`an.
QS. Al Israa` : 79.
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا﴿٧٩﴾
”Wa minal laili fatahajjad bihi naafilatan laka `asaa an yab`atsaka rabbuka maqaaman mahmuudan”
”Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”.
Diantara shalat-shalat sunnah yang ada, shalat tahajud adalah shalat yang paling utama. Karena shalat ini diperintahkan langsung oleh Allah dengan beberapa ayat dalam Al Qur`an. Diantaranya dalam surat Al Insaan, surat Muzammil dan surat Al Israa`. Shalat tahajud ini mengandung banyak keistimewaan. Sampai-sampai Rasulullah saw hampir tidak pernah meninggalkannya. Hampir setiap malam Rasulullah saw bangun untuk mengerjakan shalat tahajud. Sampai telapak kaki beliau membengkak. Begitu juga para sahabat. Mereka mengikuti apa yang dikerjakan oleh Nabi saw.
Sebelum turun ayat 20 surat Muzzamil shalat tahajud merupakan shalat yang diwajibkan. Tetapi Allah mengetahui betapa beratnya shalat malam bagi umat Rasulullah, sehingga turunnya ayat tersebut memberikan sedikit keringanan bagi para sahabat. Dan menjadikan shalat tahajud yang semula wajib menjadi sunnah hukumnya. Bisa kita bayangkan seandainya shalat malam menjadi kewajiban bagi setiap muslim. Pasti akan sangat banyak yang tidak sanggup melaksanakannya.
Bangun diwaktu malam bukanlah perkara yang ringan bagi kebanyakan orang. Apalagi bangun untuk mengambil air wudlu lalu mengerjakan shalat, seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw. Sebagian besar kita lebih suka bangun malam untuk “ngopi” ke warung atau menikmati sajian televisi berupa pertandingan bola. Banyak dari kita “nglilir” di tengah malam, tapi banyak juga dari kita yang tidak ingin melakukan shalat malam. Paling cuma ke kamar mandi untuk buang hajat kecil lalu segera melanjutkan mimpi yang tertunda.......!!!
QS. Al Israa` : 79.
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا﴿٧٩﴾
”Wa minal laili fatahajjad bihi naafilatan laka `asaa an yab`atsaka rabbuka maqaaman mahmuudan”
”Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”.
Diantara shalat-shalat sunnah yang ada, shalat tahajud adalah shalat yang paling utama. Karena shalat ini diperintahkan langsung oleh Allah dengan beberapa ayat dalam Al Qur`an. Diantaranya dalam surat Al Insaan, surat Muzammil dan surat Al Israa`. Shalat tahajud ini mengandung banyak keistimewaan. Sampai-sampai Rasulullah saw hampir tidak pernah meninggalkannya. Hampir setiap malam Rasulullah saw bangun untuk mengerjakan shalat tahajud. Sampai telapak kaki beliau membengkak. Begitu juga para sahabat. Mereka mengikuti apa yang dikerjakan oleh Nabi saw.
Sebelum turun ayat 20 surat Muzzamil shalat tahajud merupakan shalat yang diwajibkan. Tetapi Allah mengetahui betapa beratnya shalat malam bagi umat Rasulullah, sehingga turunnya ayat tersebut memberikan sedikit keringanan bagi para sahabat. Dan menjadikan shalat tahajud yang semula wajib menjadi sunnah hukumnya. Bisa kita bayangkan seandainya shalat malam menjadi kewajiban bagi setiap muslim. Pasti akan sangat banyak yang tidak sanggup melaksanakannya.
Bangun diwaktu malam bukanlah perkara yang ringan bagi kebanyakan orang. Apalagi bangun untuk mengambil air wudlu lalu mengerjakan shalat, seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw. Sebagian besar kita lebih suka bangun malam untuk “ngopi” ke warung atau menikmati sajian televisi berupa pertandingan bola. Banyak dari kita “nglilir” di tengah malam, tapi banyak juga dari kita yang tidak ingin melakukan shalat malam. Paling cuma ke kamar mandi untuk buang hajat kecil lalu segera melanjutkan mimpi yang tertunda.......!!!
Langganan:
Postingan (Atom)

